Bisnis Plan – Memiliki usaha sendiri adalah impian semua orang, tak terkecuali yang masih berstatus karyawan pun menginginkan punya usaha sendiri sebagai sumber pendapatan sampingan di luar gaji. Pada awalnya mungkin bisnis bisa berjalan begitu saja tanpa sebuah perencanaan. Namun ketika usaha sudah berjalan, sebaiknya kamu perlu menyiapkan rencana bisnis atau bisnis plan yang bagus agar bisnis kamu bisa tetap sustainable (berkelanjutan).

Untuk usaha skala kecil, bisnis plan mungkin bisa kamu buat setelah berjalan. Namun untuk usaha yang membutuhkan modal relatif besar sebaiknya bisnis plan ini kamu rencanakan di awal untuk memperoleh gambaran usaha yang akan dijalankan. Berikut beberapa panduan sederhana dalam membuat sebuah perencanaan usaha atau bisnis plan, diantaranya :

  1. Jenis Usaha

Tahap pertama dari sebuah bisnis plan adalah menentukan jenis usaha apa yang akan kamu jalankan. Ini sangat penting, karena akan berkaitan dengan strategi selanjutnya. Jenis usaha dagang dan jasa tentu mempunyai karakteristik dan strategi yang berbeda. Sebaiknya awali dengan satu jenis usaha terlebih dahulu agar kamu bisa lebih fokus mengembangkan usahanya.

  1. Lokasi Usaha

Tahap berikutnya adalah menentukan dimana usaha kamu akan dijalankan. Penentuan lokasi usaha akan berpengaruh pada anggaran keuangan yang harus kamu sediakan. Apakah di rumah sendiri atau harus menyewa tempat usaha seperi ruko dsb. Untuk jenis usaha tertentu, lokasi usaha juga akan berpengaruh pada tingkat keberhasilan. Beberapa jenis usaha seperti warung makanan, bengkel otomotif menuntut lokasi yang strategis. Sementara usaha seperti bisnis online tidak terlalu bergantung pada lokasi usaha.

6 Tantangan Besar dalam Industri Retail dan Solusi untuk Menghadapinya

  1. Besarnya Modal

Tahap berikutnya dalam merumuskan sebuah bisnis plan adalah seberapa besar modal yang kamu miliki termasuk berasal darimana sumber modal tersebut. Bisa dari modal sendiri atau join capital dengan rekanan. Untuk memulai sebuah bisnis sekala kecil, sebaiknya modal awal berasal dari tabungan pribadi agar keuntungan yang didapatkan bisa diakumulasikan untuk perputaran modal kerja. Hindari memulai usaha dengan modal yang bersumber dari hutang atau pinjaman bank.

  1. Estimasi Laba Rugi

Estimasi laba rugi berguna untuk panutan dalam menjalankan sebuah bisnis. Berapa laba per bulan yang kamu inginkan, target penjualan dan perkiraan biaya operasional yang kamu tetapkan perbulannya, dan lain-lain. Pada awalnya estimasi bisa dibuat berdasarkan perkiraan. Setelah usaha berjalan, estimasi ini bisa kita rubah sesuai kondisi riil usaha kamu. Untuk bisa mencapai laba yang diinginkan, dibutuhkan sebuah strategi bisnis yang bagus. Contoh estimasi laba rugi :

 

Omset Penjualan :               10.000.000

HPP.                   6.000.000

Biaya Operasional :

Gaji karyawan. 2.000.000

Transport.           500.000

Lain-lain.              300.000

Total Biaya               8.800.000

Laba Bersih               1.200.000

 

Selanjutnya setelah usaha kamu berjalan, estimasi ini bisa kamu naikkan atau turunkan sesuai kondisi riil bisnis kamu. Misal omset kamu naikkan sebesar 25%, maka semua item biaya kita rubah untuk mendapatkan estimasi laba bulan berjalan. Begitu juga sebaliknya, dari estimasi yang kamu buat ternyata omset yang kamu tetapkan terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan kondisi usaha, maka estimasi selanjutnya bisa kamu turunkan, misalnya sebesar 15%.

  1. Strategi Rancangan Usaha

Di dalam sebuah usaha sebaiknya tidak dibiarkan berjalan sekedarnya. Jika kamu menginginkan hasil yang maksimal, dibutuhkan sebuah strategi yang bagus yang meliputi penetapan harga jual, pemasaran atau media promosi lainnya. Strategi inilah yang nantinya akan membedakan hasil usaha kamu dengan usaha orang lain.

  1. Evaluasi Berkala

Ketika usaha sudah berjalan, maka tahapan terakhir adalah perlunya membuat sebuah evaluasi apakah semuanya sudah berjalan baik dan sesuai rencana bisnis yang sudah kamu buat. Penjualan adalah muara dari seluruh strategi yang kamu jalankan. Jika usaha sudah berjalan cukup lama namun omset usaha masih sangat kecil laba nya, atau laba yang dihasilkan tidak sesuai dengan estimasi, mungkin ada beberapa hal yang harus segera kita rubah. Evaluasi berkala bisa dilakukan setiap 3 bulanan atau 6 bulanan sekali.

Ingin Memiliki Bisnis Sendiri? Coba 5 Bisnis Online Tanpa Modal Ini!

Sekian beberapa panduan sederhana dalam membuat sebuah perencanaan usaha atau bisnis plan. Dengan perencanaan yang baik, diharapkan usaha kamu akan bisa terus berkembang dari segi skala usaha dan juga pendapatan.

Trik yang akan mempercepat perubahan bisnis dalam tim