Industrial retail terus mengalami perubahan di setiap tahun dan selalu saja ada tantangan baru yang harus dihadapi oleh para pelaku industri retail yang kompetitif ini. Sejak tahun 2017, ada banyak perusahaan retail besar yang gulung tikar dan mungkin fenomena ini juga akan tetap berlanjut di tahun ini. Di Indonesia sendiri, pada tahun lalu sudah ada beberapa perusahaan retail terkenal yang memutuskan untuk menutup toko, di antaranya yakni Debenhams, Lotus, dan 7-Eleven. Fenomena ini memang terkesan menakutkan, akan tetapi ini bukanlah akhir dari bisnis retail ya.

Meskipun kita menyaksikan beberapa perusahaan retail besar yang telah bangkrut, tetapi masih ada banyak perusahaan retail lainnya yang berhasil bertahan dan bahkan semakin mengembangkan bisnis mereka. Mereka sudah terbukti mampu menghadapi berbagai tantangan utama dalam industri retail ini. Terus, apa saja tantangan yang biasa dihadapi oleh pelaku bisnis retail? Berikut ini adalah 6 tantangan besar dalam industri retail dan solusi untuk menghadapinya yang kami rangkum dari berbagai artikel bisnis ternama di Indonesia.

  1. Mengikuti Permintaan Konsumen yang Berubah-Ubah

Preferensi konsumen akan selalu berubah, justru terkadang lebih cepat dari yang Anda bayangkan. Seelaku pemilik bisnis retail, Anda harus bisa mengikuti trend di setiap musim dan kebiasaan belanja konsumen. Anda tidak perlu mengubah produk Anda secara total di setiap musim, Anda hanya perlu menambahkan sentuhan yang berbeda pada produk Anda agar sesuai dengan trend saat itu. Singkatnya, Anda tidak boleh lupa berinovasi pada produk-produk Anda!

  1. Mempertahankan Loyalitas Pelanggan

Pengalaman pelanggan yang baik merupakan faktor utama dalam menciptakan loyalitas pelanggan terhadap brand. Salah satu kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh retailer adalah membiarkan pelanggan lamanya pergi dan berpikir bahwa mereka bisa sangat mudah menggantinya dengan pelanggan-pelanggan baru. Pola pikir seperti ini bisa membuat perusahaan Anda sulit bertahan lama dan berkembang.

Promosi dan penawaran menarik masih menjadi metode andalan pebisnis retail di Indonesia untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang baik. Akan tetapi, kunci utamanya sebenarnya ada pada personalisasi. Untuk membuat pelanggan Anda loyal, Anda perlu mendekati mereka secara personal, misalnya dengan mengirimkan SMS dan email yang telah disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

5 Kisah Inspiratif Pengusaha Sukses Indonesia

  1. Mengelola Komunikasi Internal

Bisnis retail memiliki operasi yang lumayan kompleks dan mengelola komunikasi internalnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Tantangan ini terutama yang harus dihadapi oleh perusahaan retail berskala besar yang memiliki banyak divisi. Komunikasi yang tidak efisien antar divisi bisa menghambat kelancaran operasi bisnis retail.

Pebisnis retail harus memiliki suatu sistem untuk bisa menyederhanakan proses komunikasi internalnya. Sistem ACCURATE bisa menjadi solusi yang tepat untuk mengelola komunikasi internal dalam perusahaan retail. Perangkat lunak ini memudahkan Anda memusatkan seluruh operasi bisnis Anda dalam satu sistem, melihat laporan real-time yang lengkap dari setiap divisi, memberikan tugas kepada staf yang tepat secara otomatis, dan memastikan seluruh proses berjalan dengan semestinya.

  1. Meningkatkan Kinerja Karyawan

Retail adalah salah satu industri dengan tingkat pergantian karyawan yang paling tinggi. Inilah mengapa meningkatkan kinerja staf adalah salah satu tantangan terberat dalam bisnis industri retail. Sementara itu, mengganti staf lama dengan yang baru membutuhkan tenaga dan biaya yang yang tidak sedikit.

Solusi untuk menghadapi tantangan ini adalah dengan cara meningkatkan keterlibatan karyawan dalam perusahaan Anda. Sebagai pemimpin, Anda harus bisa menjadi contoh yang baik bagi karyawan Anda. Berikan pelatihan secara berkala untuk mengoptimalkan kompetensi mereka. Untuk memudahkan Anda menggali potensi dan mempertahankan staf Anda, pertimbangkan untuk menggunakan bantuan solusi otomatis seperti sistem manajemen HR atau sistem manajemen kompetensi.

  1. Berpacu dengan Era Digital

Perilaku konsumen berubah dengan sangat cepat. Kini dengan semakin meningkatnya pertumbuhan eCommerce, konsumen lebih punya banyak pilihan sebelum membuat keputusan pembelian. Meskipun kehadiran eCommerce memiliki efek pada perubahan perilaku konsumen, tetapi penelitian membuktikan bahwa konsumen tetap suka melakukan pembelian untuk sebagian besar produk di toko fisik. Mereka biasanya menggunakan internet untuk mencari informasi seputar produk dan membandingkan harganya, tetapi pada akhirnya akan tetap membelinya secara offline.

Seharusnya, fenomena pertumbuhan eCommerce tidak dianggap sebagai ancaman bagi pebisnis retail, melainkan sebagai peluang. Anda bisa menggabungkan bisnis Anda secara online dan offline. ForbesĀ  mengatakan bahwa tingkat penjualan perusahaan retail yang memiliki website lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak. Pemasaran omnichannel bisa membantu Anda menjangkau audience yang lebih luas. Mudahkan konsumen dalam mencari informasi dan melakukan pemesanan untuk produk Anda melalui solusi eCommerce dan optimalkan dengan memasarkan produk Anda di mesin pencarian dan media sosial.

  1. Menemukan Solusi Teknologi Terbaik untuk Bisnis Dagang

Kini sudah ada banyak teknologi yang dikembangkan untuk berbagai bisnis. Harga dan manfaat yang ditawarkan juga bermacam-macam. Pembisnis retail mencari solusi terbaik untuk menyederhanakan proses bisnis mereka dan sering kali pilihan mereka jatuh kepada produk yang salah. Mengapa ini bisa terjadi?

Pertama adalah, produk yang dipilih tidak dibuat khusus untuk industri retail sehingga tidak bisa membantu mengatasi masalah yang dihadapi oleh pebisnis retail. Kedua, produk yang dipilih sangat sulit untuk diimplementasikan sehingga bukannya memudahkan, malah justru membingungkan. Berinvestasi pada teknologi yang salah hanya akan menghambur-hamburkan uang perusahaan.

5 Tips Penerapan Psikologi Marketing yang Patut Dicoba Bisnis Anda

Sebaiknya, Anda memilih sistem yang memang dibuat khusus untuk membantu bisnis Anda mengotomatiskan seluruh aktivitas dalam bisnis retail, seperti pengelolaan inventaris, pemasaran, pengontrolan pembelian, penanganan prospek dan pelanggan, dan lain-lain. Selain mudah oprasikan, software yang Anda pilih sebaiknya juga memberikan kemudahan integrasi dengan sistem-sistem lainnya, misalnya integrasi dengan barcode, POS, dan lain-lain. Yang paling penting, Anda harus memahami kebutuhan Anda dengan sangat baik sehingga ini akan mempercepat Anda menemukan software yang tepat dan membantu Anda mengatur budget dengan lebih bijak.